Qs Al Hijr ayat 94-96
94). فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
(95). إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),
(96). الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۚفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
(yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain disamping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).
Dalam riwayat-riwayat sejarah disebutkan bahwa Rasulullah Saw selama tiga tahun berdakwah secara sembunyi-sembunyi sampai ayat ini diturunkan kepada beliau. Allah Swt memerintahkan beliau agar sejak saat diturunkannnya ayat ini dakwahnya harus dilakukan secara terang-terangan. Allah juga meminta beliau agar tidak mempedulikan ejekan orang-orang musyrik dan mereka yang menentangnya. Untuk itu Allah menjanjikan akan menjaga beliau dari kejahatan orang-orang yang menentangnya.
Setelah diturunkannya ayat ini Rasulullah Saw mulai melakukan dakwahnya secara terang-terangan kepada masyarakat kota Mekah dan menyeru mereka ke jalan yang benar. Rasulullah Saw bersabda, "Ucapkan Laa Ilaaha Illalah, kalian pasti selamat."
Para pembesar Quraisy mendekati Abu Thalib as, paman Rasulullah Saw dan mengadukan beliau kepadanya. Mereka berkata, "Muhammad membohongi pemuda kami. Bila ia menginginkan uang dan isteri, pasti kami akan memberikannya kepadanya." Namun Rasulullah Saw bersabda, "Saya diutus oleh Allah Swt dan akan tetap melaksanakan tanggung jawab yang telah dibebankan kepadaku." Abu Thalib ternyata mendukung Nabi Muhammad Saw dan menjadi pembela beliau dari upaya jahat orang-orang musyrik.
Dari tiga ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Seorang pendakwah yang berusaha menyeru masyarakat mengikuti jalan kebenaran tidak boleh merasa takut atas cibiran, hinaan dan olok-olokan para penentang kebenaran.
2. Mereka yang bersikeras melanjutkan sikap salah mereka suatu hari bakal sadar akan kesalahan sikap yang mereka ambil, namun penyesalan itu sudah tidak berguna.
Oleh: Nurul F
Tidak ada komentar:
Posting Komentar