Minggu, 27 Maret 2016

ATM 24 Maret 2016

tafsir an-Nisa ayat 36

وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا

 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (an-Nisa’: 36)

Dalam ayat ini ALLAH Swt, Memerintahkan untuk menyembah hanya kepada ALLAH Swt, dan tidak menyekutukan-Nya. Karena sesungguhnya ALLAH Swt, adalah Dzat Yang Memberikan rizki, ni’mat, dan kelebihan kepada makhluk-Nya dalam setiap tempat dan keadaan. Maka sudah hak ALLAH Swt, dari setiap hamba untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun..

     "Dan berbuat baiklah kpda Karib Kerabat". Tetangga adalah satu macam dari kaum kerabat, karena dekatnya tempat. Kadang-kadang, orang lebih cinta kepada tetangga dekatnya daripada kepada saudaranya seketurunan. Oleh karena itu, hendaknya dua keluarga bertetangga sailing tolong-menolong; membina kasih sayang dan kebaikan antar mereka. Jika suatu keluarga tidak berbuat baik kepada tetangganya, maka bisa dikatakan tidak ada kebaikan yang diberikan keluarga itu kepada seluruh manusia.
Islam telah menganjurkan supaya bergaul dengan baik bersama tetangga, meski ia bukan Muslim. Nabi Saw pernah menjenguk anak tetangganya yang sedang sakit, padahal ia seorang Yahudi. Suatu ketika, Ibnu Umar menyembelih kambing, lalu berkata kepada budaknya,
    "Sudahkah kamu memberi hadiah kepada tetangga kita yang beragama Yahudi? Sudahkah?" Hasan Basri membatasi tetangga dengan empat puluh rumah dari keempat arah. Yang lebih utama adalah tidak membatasi tetangga dengan rumah, kemudian membual pengertian bahwa tetangga adalah orang yang dekat dengan anda. Wajah anda selalu berpapasan dengan wajahnya di waktu pergi pada pagi hari, dan pulang ke rumah pada sore hari.

Penghormatan terhadap tetangga sudah menjadi tabiat bangsa Arab sebelum Islam, kemudian Islam menguatkannya dengan ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antara tanda-tanda penghormatan itu adalah mengirim hadiah kepadanya, mengundangnya untuk makan bersama, berziarah, menjenguknya apabila sakit dan lain sebagainya. #Nurul F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar