REKAPAN MATERI KAJIAN KEPUTRIAN KOMPASY
Tema : TAFAQQUH FID DIN : SEMANGAT UNTUK MEMAHAMI AGAMA
Muwajjih : Ustadz Zain
Tempat: Keputrian KOMPPASY
Tanggal : 7 Mei 2016
Moderator : Tri (ADM REG 02)
Notulen : Anik (ADM REG 03)
MUQADIMAH
----------------
سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِي
ْ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. In sha Allah..
Aamiin
========================
MATERI :
-------------
Semangat untuk memahami agama.
Semangat adalah suatu hal yg sangat diperlukan dalam situasi apapun, baik mau bangun ataupun berangkat tidur. Apalagi dalam menuntut ilmu agama, yg sangat dan harus kita pelajari.
jika tidak ada semangat dalam menuntut ilmu mau jadi apakah kita? follower atau pengikut yg selalu "manut" ketika yg didepan masuk jurang lalu kita mengikutinya masuk jurang?
َنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
ِ"Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahuiilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula".
(HR. Bukhari dan Muslim)
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
َArtinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”.
(HR. Turmudzi)
begitulah bagaimana Rasulullaah sangat menganjurkan kita utk menuntut ilmu dengan semangat, semangat memang kadang bisa kendur, namun apakah kita lupa bahwa semua akan berujung pada indahnya jannah?
مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu AbdilBarr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)
مَْن سَلَكَ طَرِْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم
Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga
(HR Muslim)
lalu pertanyaannya, apa yg akan kita dapatkan ketika semangat menuntut ilmu agama ini utk dunia dan akhirat?
dari mempelajari sampai memahaminya,
tapi jangan sampai memahami ilmu tanpa ada guru, karena bisa jadi syetan yg mengajari kita dengan pemahamannya.
Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw Bersabda:”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka.”. (HR.At Tirmidzi)
Wallaahu a'lam bishawab
〰〰〰〰〰〰〰〰
REKAP TANYA-JAWAB
---------------------------------------
1. Tanya Ustadz. Kalau guru mesti pake pendidikan skolah tinggi ga? Trlebih tuk menyampaikan risalah agama?
bismillaah, guru adalah seseorang yg dianggap mengerti dan lebih pahan dari kita pribadi. tidak semua guru harus berpendidikan tinggi, karena guru itu adalah apa² yg memberikan kita pengetahuan dan pemahaman.
jika sudah masuk ke ranah agama dan salah satu jalan utk mendapat pengetahuan adalah utk bersekolah dijenjang yg lebih baik maka itu menjadi suatu keharusan, wallaahu a'lam
2. Gimana biar gak kliru dpt guru yg bener2 amanah ustad ?
Coba simak bagaimana kesehariannya, ttg ibadah, pengajarannya dan perlakuannya dgn tetangganya. jika baik insya Allaah dia amanah, namun jika buruk jangan diteruskan, wallaahu a'lam
3. Bagaimana agar kita tetap istiqomah untuk menggali ilmu ustad ? Apalg kalau baru hijrah, byk cemoohan, di blng sok suci, kalau ngasih tau yg bener kadang di blng sok hebat, atau gk di denger malah, dll ?
kunci utamanya adalah dengan ingat pada Allaah yg sudah menciptakan kita, yg telah sabar menanti kita sampai kita mau memperbaiki diri, dan tak pernah meninggalkan kita dikala kita sedang down maupun senang.
jika ada yg ketika kita menasehatinya lalu dia menampik apa yg kita sampaikan tidak apa², tugas adalah mengingatkan, mau dipakai atau tidak maka itu adalah urusan mereka. namun jangan hanya sesekali saja mengingatkan, karena kita lebih tahu jadi kita harus mau membantu sampai benar² dia mau atau malah Allaah yg menutup hatinya. wallaahu a'lam
4. Bagaimna kita menyampaikn sebuah kebenaran kepada orang terdekat yg terkadang sulit u/ memahamkn mereka?
jika kita tidak punya chemistri kepada mereka maka akan sulit dipahamkan, contoh kecil ketika kita tidak dekat dengan ayah maka ketika kita menjelaskan ttg amalan yg beliau kerjakan adalah sesuatu yg salah maka akan sulit utk merubahnya, namun jika sudah akrab sebelumnya bisa jadi seperti membalikkan telapak tangan.
pertama doakan mereka, jika memang penyanpaian kita tidak sesuai dengan pemahaman kita, asal yg kita pahami adalah sessuatu yg haq dan ma'ruf, bukan sesuatu yg fasiq, munkar apalagi batil. yg kedua jangan berhenti utk mengingatkan, karena suatu kebaikan adalah pundi² kita untuk bekal di akhirat.
5. Ustadz, orang yg disunnahkan berguru lebih dr satu itu sesuai dg mazhab yg ia pake, atau apakah boleh guru tsb berbeda-beda mazhab?
lebih baik pahami dulu mazhab yg dipahami, seperti kita adalah yg dipakai mazhab syafi'i maka pelajarilah apa² yg sesuai dengan itu. dikhawatirkan ketika nanti belum paham dengan mazhab syafi'i namun memaksakan utk mempelajari mazhab yg lain dikhawatirkan amalan yg dilakukan akan saling bertentangan, karena setiap mazhab pasti ada hal yg membedakannya, wallaahu a'lam.
6. Menyambung pertanyaan di atas. Kalau memang guru mesti berjenjang yg lebih tinggi. tapi hal itu bisa ga digantikan dgn suatu pengalaman. Contohnya saja. Mario teguh. Beliau awalnya bukanlah motivator cuma pegawaibank. Beliau tersbut menjdi seorg motivatr handal hal itu karna bbrapa pengalaman org2 yg curhat kepada beliau. Dgn pembekalan trsebut beliau terakui dan bahkan memiliki nama yg familiar dimata masyarakt.
Trus bercermin pd masa sekrg. Menyimak bbrapa tausiyah sebagian dr mrka tak menimba ilmu tinggi. Melainkan dgn bekal pengalaman dan byk membaca. Apakah hal itu terakui?
Jenjang yg dimaksud diatas adalah sekolahnya dan gelarnya ?
bisa. seperti yg antum paparkan diatas asal dengan pengetahuan yg bisa dipertanggungjawabkan, karena suatu ilmu tanpa ada dasar maka akan sia², wallaahu a'lam.
7. Assalamu'alaikum ustadz, saya py teman dia keluaran pondok pesantren, ngajinya bagus, bahasa arabnya jg pinter,, tp dia ktnya di pesantren juga diajarkan sm guru ngajinya amalan ayat2 yg terdapat di Al Qur'an agar dia kebal dr senjata tajam dan panas, saya pernah lihat sendiri soalnya dia bs tahan panas. bolehkan guru ngaji yg mengajarkan spt itu ttp diikutin amalan dan ajarannya? Lalu bagaimana pendapat pak ustadz adanya guru ngaji di pesantren yg mengajarkan ilmu2 itu dgn memakai ayat2 Al Qur'an ?
Islam tidak mengajarkan hal demikian, karena hal tsb serupa dengan sihir.
Al Qur'an adalah obat, jika digunakan utk hal tersebut maka sudah salah dalam memaknai dari ayat² Al Qur'an. wallaahu a'lam.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume By :
®Komunitas Muslimah Pemburu Syurga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar