Jumat, 17 Juni 2016

ATM 17 Juni 2016

RENUNGAN HARI KE-12
"Dahsyatnya Niat"

"Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak ada niat berpuasa. Saat kita lapar dan tidak berniat untuk berpuasa, otak langsung meresponsnya dengan cara memerintahkan organ-organ pencernaan untuk bersiap-siap menerima makanan".

☘Bermula dari Niat
"Segala amal itu bergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hartanya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang di tujuinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini seorang wanita bernama Ummu Qais.
Dalam hati lelaki itu telah terbesit niat yang salah. Dia berhutang tidak untuk mendapatkan pahala hijrah. Ia berhutang bukan untuk Allah, tetapi demi Ummu Qais. Dan karena itu dia dijuluki Muhajir Ummu Qais.

Niat. Dari sanalah semua bermula. Segala yang Anda kerjakan menjadi dosa jika niatnya tidak benar.
Ya, setiap amal yang meskipun telah dibenarkan Syari'at tetapi tanya niat yang benar tidak akan berarti apa-apa.

Bagaimana jika terbesit di hari orang yang bersedekah adalah niat agar dianggap shaleh, niat pamer, atau agar di puji sebagai dermawan ?
Tentu saja di hadapan Allah sedekah itu tidak ada harganya. Bahkan ancaman Allah pun di tujukan pada mereka.

��Menjadi apapun kita ; pelajar, mahasiswa, petani, pedagang, atau pegawai negeri, itu pasha pilihan profesi.
Yang jelas, pilihan profesi yang sedang kita geluti itu berpotensi menjadi ladang pahala jika niat yang ada di jiwa kita adalah mencari pahala.
Ia berpotensi berbuah ridha Allah jika niat yang kuat bawa adalah memang mencari ridha-Nya. Ia pun berpotensi menjadi jalan kita menuju syurga jika yang kita niatkan menggapai syurga.

#Mari Memperbaiki Diri
#Lillah, Billah, Fillah

Kutipan :
Izrail Bilang, Ini Ramadhan Terakhirku
[Ahmad Rifa'i Rif'an]

Repost by : Maulida kaz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar