RENUNGAN HARI KE-11
"Cerdas Menghadapi Kaum Peminta"
☘Jika kita memilih untuk tidak memberi tapi selanjutnya tidak mau melakukan tindakan apa pun kepada mereka, ya, sama juga bohong.
Negeri Kaum Peminta
Semakin banyak sekarang kita jumpai kamu pengemis dan gelandangan.
Ketika kita harus menyorot kehidupan pengemis, namun bukan tidak pantas bagi kita untuk mengkritisinya.
Pasalnya, "pekerjaan" ini selalu menjadi alternatif menarik bagi yang merasa tidak memiliki keahlian pada pekerjaan yang lebih baik.
Tangan di atas lebih baik daripada tahan di bawah.
Semboyan ini hanya akan menjadi aksioma klasik yang bisa dilanggar dan boleh untuk tidak lagi dihiraukan karna mengemis telah menjadi dominan di negeri ini.
Bahkan upaya pemerintah pun tidak membuahkan hasil yang berarti.
Pemberian subsidi, ketrampilan, rumah singgah atau panti sudah tidak diminati lagi oleh pengemis.
Mengapa ?
Karena mereka sudah mampu menghasilkan uang yg jumlahnya cukup menjanjikan tanpa harus buang tenaga dan pikiran untuk bekerja.
☘Sikap Kita ?
Bila ada anak di simpang lampu merah menengadahkan tangan ke kita, apa yang seharusnya kita perbuat ?
Jawabannya, bergantung. Ya, bergantung seberapa mampu kita berkontribusi untuk kehidupan mereka ke depan.
Jika kita memilih tidak memberi uang, lalu apa yg bisa kita lakukan untuk mereka ?
Dan kalau memang kita tidak mampu membantu, kecuali dengan memberi uang kepada mereka, maka lakukan itu karena yang Allah perintahkan kepada kita memang begitu, mengasihi yang tidak punya.
Tapi jika uang yg kita beri digunakan untuk hal yg buruk ?
Tidak perlu ambil pusing, itu merupakan tanggung jawab mereka kepada Allah.
Kita hanya di perintahkan untuk memberi, bukan untuk su'udzon kepada mereka.
☘Kita diperintahkan untuk bersedekah dan ikhlas dengan sedekah yang kita keluarkan. Itu saja.
Wallahu a'lam.
#Mari Menangguhkan Diri
#Lillah, Billah, Fillah
Kutipan :
Izrail Bilang, Ini Ramadhan Terakhirku
[Ahmad Rifa'i Rif'an]
By: Maulida Kaz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar