Jumat, 24 Juni 2016

ATM 24 Juni 2016

Lanjut Qs An Naziat 10-14
(10). يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? (11). أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?"

(12). قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".

(13). فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,

(14). فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. Setelah ayat yang lalu menjelaskan bahwa banyak hati yang gentar dan pandangan yang tertunduk, ayat 10-12 menjelaskan siapa yang keadaannya demikian, yaitu mereka adalah yang dalam kehidupan dunia menolak keniscayaan kebangkitan dan terus-menerus berkata sambil mengejek: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"
 
Mereka menolak dengan berdalih: "Apakah benar-benar kami akan dibangkitkan kembali apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat? Yakni, padahal jasad kamitelah lapuk dan hancur?"
 
Dengan nada menolak dan mengejek mereka berkata tegas: "Itu yang sungguh sangat sulit diterima akal—kalau benar-benar demikian yang akan terjadi—maka ia adalah suatu pengembalian yang merugikan padahal kami bukanlah orang-orang yang merugi."
 
Jika demikian, ia tidak mungkin terjadi. Ayat 13 dan 14 mengingatkan mereka bahwa pengembalian itu sangat mudah bagi Allah. Betapa tidak! Dia (dengan) hanya sekali bentakan saja maka serta merta mereka berkumpul di as-Sâhirah, yakni Padang Mahsyar di mana yang berada di sana gelisah bagaikan orang yang tidak dapat tidur.
 
Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 10-14
 
1. Salah satu dalih mereka yang menolak adanya kebangkitan manusia setelah kematian adalah mustahil—menurut mereka—jasad yang telah punah dapat pulih kembali. Mereka lupa bahwa jasad itu suatu ketika pernah tidak wujud sama sekali, namun sang penolak—ketika menolaknya—menyadari wujudnya. Kalau dulu ia tidak wujud, lalu wujud, maka tentu akan lebih mudah—dalam logika manusia—mewujudkan sesuatu yang pernah wujud dan sisa-sisanya pun ada dibandingkan dengan sesuatu yang tidak wujud sama sekali.
 
2. Kehancuran alam raya, kematian semua makhluk hidup, dan kebangkitan mereka semua adalah sangat mudah bagi Allah. Ia diibaratkan dengan sekali bentakan saja. Di tempat lain dinyatakan-Nya hanya bagaikan sekejapan mata, bahkan lebih cepat (QS Al Qamar (54): 50).

Repost by: Nurul Fadhilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar