Rabu, 22 Juni 2016

ATM 22 Juni 2016

Qs.An Naziat 1-5
(1). وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

(2). وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

(3). وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
(4). فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
(5). فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).
awal surah an-Nazi'at menguraikan sumpah Allah dengan menyebut pencabut-pencabut dengan keras, pengurai-pengurai dengan lemah lembut, mereka yang berpindah-pindah dengan cepat, pelomba-pelomba yang saling mendahului dengan kencang, lalu pengatur-pengatur urusan. Mereka itu menurut banyak ulama adalah kelompok malaikat yang mencabut nyawa orang kafir dengan keras dan yang mencabut nyawa orang Mukmin dengan lemah lembut.
 
Para malaikat itu, menurut ayat ke-3, berpindah-pindah dengan cepat guna melaksanakan tugasnya atau untuk mengantar nyawa sang Mukmin. Mereka juga berlomba mendahului yang lainnya dalam amal kebajikan atau dalam mengantar nyawa sang kafir dengan kencang. Para malaikat juga adalah pengatur-pengatur urusan. Allah bersumpah dengan menyebut lima kelompok malaikat bahwa sungguh Hari Kebangkitan/ Kiamat pasti datang.
 
Ada juga ulama yang memahami pelaku-pelaku kelima hal yang disebutkan tadi adalah bintang-bintang yang berpindah dari satu ufuk ke ufuk yang lain, dalam arti perpindahan menuju ke arah tenggelamnya (ayat 1) dan terbitnya (ayat 2) serta peredaran matahari, bulan, dan bintang-bintang masing-masing pada orbitnya (ayat 3), yang peredarannya itu dilukiskan bagaikan berlomba saling mendahului (ayat 4). Mereka semua melakukan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka secara sempurna (ayat 5).
 
Ada lagi yang berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut berbicara tentang kuda-kuda perang, atau ayat pertama berarti para pejuang yang mencabut anak panahnya untuk dilepas ke arah lawan.Ayat kedua adalah panah itu ketika mengenai sasaran dan ayat ketiga serta keempat adalah kuda dan unta-unta saat dipacu dalam peperangan. Semua itu tidak keluar dari apa yang digariskan Allah dalam ketentuan-Nya. Apa pun makna ayat-ayat tersebut, yang jelas Allah bersumpah bahwa Kiamat pasti datang, cepat—dalam pandangan manusia—maupun lambat.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 1-5
 
1. Para pendurhaka dicabut nyawanya dengan paksa karena saat itu dia telah sadar akan kesudahan buruk yang menantinya. Berbeda dengan yang Mukmin yang diperlakukan dengan lemah lembut oleh malaikat.
 
2. Malaikat pencabut nyawa bukan hanya satu, tetapi mereka adalah kelompok yang dipimpin oleh satu malaikat, yang dalam satu riwayat dinamai 'Izra'il.
 
3. Malaikat-malaikat adalah makhluk yang ditugaskan Allah menangani aneka kegiatan dan mereka melakukannya dengan sangat sempurna. Makna ini dipahami dari penyebutan kelompok-kelompok mereka secara berdiri sendiri.
 
4. Para malaikat adalah pengatur segala urusan. Ini tidak bertentangan dengan kuasa Allah yang mutlak. Ia dapat diumpamakan dengan tulisan yang ditulis seseorang. Anda dapat berkata bahwa yang menulisnya adalah pena. Sebenarnya sebab yang berada di balik pena adalah ibu jari dan jari telunjuk yangmemegang pena. 
 
Selanjutnya, kedua jari itu bergerak karena bergeraknya pergelangan. Pergelangan bergerak sesuai dengan perintah otak untuk menulis. Tetapi pergerakan manusia dan perintah otak diarahkan oleh malaikat, sedang malaikat tidak dapat melakukan tugasnya tanpa perintah Allah SWT.

Repost by : Nurul F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar